Just another free Blogger theme

Kamis, 02 Mei 2013



CONTOH 1 : CONVEYOR BELT MOTOR CONTROL

Dalam aplikasi PLC digunakan men-START dan STOP motor penggerak belt konveyor. Motor 3 selalu bergerak dan posisi plate terdeteksi oleh sensor 3 yang berfungsi menggrerakkan motor 2, selanjutnya sensor 2 akan menggerakkan motor 1 guna memindahkan plate yang telah berada pada ujung belt konveyor 2. Dan timer digunakan untuk menghentikan motor 1 jika selama waktu tersebut tidak ada plate yang terdeteksi oleh sensor 2.

Gambar 6.1 CONVEYOR BELT MOTOR CONTROL

I/O Assigment
Input
Devices
Output
Devices
0000
Sensor 1
100
Motor 1
0001
Sensor 2
101
Motor 2
0002
Sensor 3
102
Motor 3
Tabel 6.1 I/O Assigment CONVEYOR BELT MOTOR CONTROL


Berikut ini merupakan ladder dan Mnemonic codes dari sistem conveyor belt motor control, yang dapat membantu dalam penulisan program baik melalui software under windows maupun menggunakan Programming Console.
Ladder diagram                                             Mnemonic codes
Addres
Instruction
Data
0000
LD
0002
0001
OR
0101
0002
AND NOT
TIM 00
0003
OUT
0101
0004
LD
0001
0005
OR
0100
0006
AND NOT
TIM 01
0007
OUT
0100
0008
LD
0100
0009
AND NOT
0001
0010
TIM
00


#0020
0011
LD
0000
0012
OR
1000
0013
AND NOT
TIM 01
0014
OUT
1000
0015
LD
0000
0016
AND OUT
01
0017
TIM
#0020



0018
LD
1813
0019
OUT
0102
0020
END( 0 1)


Tabel 6.2 ladder dan Mnemonic codes dari sistem conveyor belt motor
CONTOH 2 : AUTOMATIC CAR WASHING MACHINE

Dengan menggunakan Input sebuah vehicle-detecting device dan kontak push button. PLC akan membuka velve untuk menyemprotkan air dan start motor brush bekerja.

Gambar 6.2 AUTOMATIC CAR WASHING MACHINE
I/O Assigment
Input
Devices

Output
Devices
0000
Start button

0100
Spray valve
0001
Vehicle selector

0101
Brush motor
0002
Washine machine stop

0102
Movement of washing machine
Tabel 6.3 I/O Assigment AUTOMATIC CAR WASHING MACHINE

Berikut ini merupakan ladder dan Mnemonic codes dari sistem automation car washing machine control, yang dapat membantu dalam penlisan program baik melalui software under windows maupun menggunakan Programming Console.


                                                                                           Mnemonic codes                               
Address
Instruction
Data
0000
LD
0000
0001
OR
1000
0002
AND NOT
1001
0003
OUT
1000
0004
LD
1000
0005
OR
0002
0006
AND NOT
0102
0007
OUT
1000
0008
LD
0100
0009
OR
0001
0010
AND NOT
0101
0011
OUT
1001
0012
LD
0101
0013
OR
0101
0014
AND NOT
0001
0015
OUT
1001
0016
END(0 1)






Tabel 6.4 ladder dan Mnemonic codes dari AUTOMATIC CAR WASHING MACHINE
CONTOH 3 : CONVEYOR BELT OPERATION CONTROL

Ini merupakan kondisi dimana shift register digunakan untuk menjaga track barang. Sw0 photoelecrtic sensor yang bertugas untuk mendeteksi apakah ada atau tidaknya barang yang datang dan feeder material. Sw1 bertugas sebagai sensor posisi dari conveyor untuk menentukan setiap 12 operasi harus terjadi.sedangkan Sw2 sebagai push button emergency yang juga dapat bekerja.
Gambar 6.3 CONVEYOR BELT OPERATION CONTROL

Berikut ini merupakan I/O assignment, Ladder dan Mnemenic codes dari sistem CONVEYOR BELT OPERATOR CONTROL, yang dapat membantu dalam penulisan program baik melalui software under windows maupun menggunakan Programming Console.
I/O assignments
Input
0000
Part present sonsor (Sw0)
0001
Ready sensor (Sw1)
0002
Emergency stop (Sw2)
Output
0100 to 0111
12 individual operations
Tabel 6.5 I/O Assigment AUTOMATIC CONVEYOR BELT OPERATION CONTROL


                                                                                             Mnemonic codes
                                   
Addres
Instruction
Data
0000
LD
0000
0001
LD
0001
0002
LD
0002
0003
SFT
01


01
0004
END (0 1)


Tabel 6.6 Mnemonic codes dari AUTOMATIC CONVEYOR BELT OPERATION CONTROL

CONTOH 4 : AUTOMATIC CONTROL OF WAREHOUSE DOOR
Signal input diperoleh dari ultra sonic guna menentukan keberadaan sesuatu yang mendekatinya, sehingga pintu akan terbuka. Sedang photo sensor berfungsi mendekati lewatnya mobil untuk menurunkan pintu. Dengan I/O assignment untuk mempermudah jalannya proses automasi ini.

Gambar 6.4 AUTOMATIC CONTROL OF WAREHOUSE DOOR
I/O assignment
Input
Devices

Output
Devices
00000
Ultrasonic switch

00000
Motor to raise door
00001
Photoelectric switch

01001
Motor to lower door
00002
Door upper limit switch



00003
Door lower limit switch



Tabel 6.7 I/O Assigment AUTOMATIC CONTROL OF WAREHOUSE DOOR




A.     Instruksi Dasar PLC
Didalam pemrograman PLC terdapat beberapa instruksi – instruksi dasar yang sering digunakan. berikut beberapa contoh dari instruksi - instruksi dasar yang menggunakan software CX - Programmer.
a.   Instruksi Counter
Instruksi Counter digunakan untuk menghitung input yang masuk ke dalam counter tersebut.

Cara kerja instruksi counter adalah, Ketika counter (CNT 0000) Mendapat input sebanyak dari set value maka akan mengaktifkan contact C0000 sehingga output (1.00) akan aktif. Sedangkan untuk mereset counter bisa menggunakan input 0.01.

b.  Instuksi Timer
Pada sebagian besar aplikasi kontrol terdapat peralatan untuk beberapa aspek kontrol pewaktuan ( timing ). PLC mempunyai fasilitas pewaktuan untuk program yang dapat digunakan. Metode umum dari pemrograman sebuah rangkaian timer adalah untuk menentukan interval yang dihitung dari suatu kondisi atau keadaan
Cara kerja dari instruksi Timer adalah, ketika Timer (TIM 0000) mendapatkan input selama set value akan mengaktifkan contact-contactnya (T0000). Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 7.2.
Catatan: dalam satu program alamat nomer Counter dan Timer tidak boleh sama. Misal, jika alamat nomer counter 0000 maka alamat Timer tidak boleh menggunakan alamat 0000. Set value timer adalah set x 10. Sehingga misal set value yang diinginkan 10 detik maka penulisan set valuenya adalah 10 detik x 10 = #100



c.   Instruksi IL dan ILC
 IL adalah singkatan dari Inter Lock sedangkan ILC adalah singkatan dari Interlock Clear berfungsi untuk mengunci program.Biasanya IL dan ILC digunakan untuk tombol Emergency.

            Cara kerja dari instruksi IL dan ILC adalah, apabila tombol emergency (input 0.02) ditekan maka semua diantara instruksi IL dan ILC tidak akan aktif.



d.  Instruksi DIFU/DIFD
Aplikasi kontrol ini berfungsi untuk mengaktifkan output selama satu     scan.


      Untuk mengaktifkan output selama satu scan selain menggunakan instruksi DIFU / DIFD juga bisa menggunakan contact dengan differentiation up/down. Untuk membuat instruksi contact dengan differentiation up/down yaitu, klik New Contact – Detail>> – Differentiation up / down. Seperti gambar  7.5.


e.     Instruksi Holding Relay
Holding Relay adalah relay internal yang bisa di pakai untuk menahan system yang sedang bekerja walau aliran supply power off, misalnya jika Sumber Power/ PLN mati, apabila di pasang holding Relay maka proses bisa tetap lanjut tidak mulai dari awal lagi.

f.    Instruksi Compare
       Instuksi ini digunakan untuk membandingkan dua buah data .


Cara kerja instruksi Compare adalah apabila data D100 < D200 maka output (1.02) akan aktif, jika D100 = D200 maka output (1.03) akan aktif, dan apabila D100 > D200 maka output (1.03) yang akan aktif.
g.  Instruksi MOV
     Instruksi ini digunakan untuk memindahkan data
h.  Instruksi Scaling/SCL
Instruksi ini digunakan untuk mengkonversi secara linier 4 digit data hexadecimal menjadi 4 digit BCD.
 Sebuah PLC agar dapat berfungsi sesuai dengan yang kita inginkan, maka terlebih dahulu harus kita program. Dalam PLC ada dua jenis pemrograman yang menjadi standar yaitu Kode Mnemonik dan Diagram Tangga (Ladder). Perbedaanya adalah Kode Mnemonik dapat diinput dengan menggunakan konsol (handheld) yang sesuai dan komputer PC, sedangkan Diagram Tangga (Ladder) hanya bisa diinput melalui komputer PC dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC nya.

B.      Instruksi dan Simbol Dasar
Instruksi merupakan kode perintah untuk mnemonik, sedangkan simbol biasa digunakan pada diagram tangga. Berikut ini beberapa instruksi dan simbol dasar yang biasa digunakan pada PLC:
a.      Load (LD)
Instruksi Load adalah merupakan jenis kontak/ relai NO (Normally Open), yaitu kondisi di mana kontaknya akan tertutup (ON) jika dialiri arus listrik. LoaD atau LD dalam kode mnemonik, biasa juga disebut eXamine If On (XIO). Jika ada input (secara fisik) ON, maka simbolnya juga akan ON. Kondisi On ini nilai logika nya adalah 1. Di bawah ini simbol untuk Load (LD):

b.      Load Bar/ Load Not (LDN)
Instruksi LoaDBar adalah merupakan jenis kontak/ relay NC (Normally Close), kadang juga disebut LoaDNot atau eXamine If Close ( XIC). Jika tidak ada input maka simbolnya dalam kondisi tertutup (ON), sedang jika ada input maka akan terbuka (OFF). 


Kondisi Logika
 Load
 Load Bar
 0
 False
 True
 0
 False
 True
 1
 True
 False
 1
 True
 False










Tabel 4.1 Load Bar/ Load Not
Kedua simbol di atas (Load dan Load Bar) biasa digunakan untuk input-input internal, eksternal dan kadang-kadang juga sebagai keluaran. Tetapi harus diingat bahwa semuanya adalah hanya sebagai simulasi dari sebuah relay (bukan relay secara fisik). Load dan Load Bar dalam diagram tangga harus diletakkan dibagian sebelah kiri.
c.       Out
Instruksi Out adalah kadang-kadang juga disebut satu instruksi OutputEnergize. Instruksi Out bisa diumpamakan seperti suatu Coil/ kumparan . Simbol nya kelihatan seperti yang ditunjukkan di bawah.

Jika input sebelumnya dalam kondisi Tru, maka kondisi Out akan True. Out bisa juga dikatakan Normally Open Output.

d.      OutBar
 Instruksi Outbar adalah kadang-kadang disebut juga instruksi OutNot. Beberapa plc ada yang tidak mempunyai instruksi ini.

Ketika pada jalur diagram tangga (ladder) diawali oleh instruksi False, maka akan menjadi True. Ketika instruksi dalamkondisi True yang secara phisik berarti On. Kita simpulkan instruksi ini sebagai suatu Output normally closed. Instruksi ini dapat digunakan untuk internal dan eksternal. Instruksi OutBar adalah kebalikan dari instruksi Out.

 


e.      End
End adalah perintah terakhir setelah ladder diagram diselesaikan tanpa symbol ini maka program tidak bias dijalankan.